Header dengan Waktu & Ikon
Logo Sekolah

MAN 3 Kota Tasikmalaya

Mencetak Generasi MANTAP (Mandiri, Taqwa dan BerPrestasi)

Liputan Upgrading Literasi 2026

Senin, 11 Mei 2026 11:47 WIB Penulis: Ekstrakurikuler Literasi MAN 3 Kota Tasikmalaya 42 pembaca
Liputan Upgrading Literasi 2026
Ekstrakurikuler Literasi MAN 3 Kota Tasikmalaya hadir sebagai salah satu upaya untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap literasi, serta memberikan pengalaman yang diharapkan bisa mengasah hard skil dan soft skill anggota. Terutama dalam segi bernalar kritis, kemampuan berkomunikasi serta kepemimpinan. Untuk pertama kalinya Ekstrakurikuler Literasi MAN 3 Kota Tasikmalaya yang selanjutnya disebut ELIT MAN 3 mengadakan kegiatan pelantikan dan upgrading pengurus. Pengurus dilantik oleh kepala madrasah yaitu Bapak Drs. Kasrodin, M.M.Pd. yang menandakan bahwa ELIT kini telah menjadi eskul resmi dalam bentuk organisasi setelah dua tahun sebelumnya berbentuk komunitas literasi.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari. Yaitu 27-28 April 2026. Pada hari pertama, Senin, 27 april 2026 dilaksanakan pelantikan pengurus dan workshop administrasi organisasi. Pada kegiatan workshop ini peserta diajarkan untuk merancang kegiatan dan membuat proposal serta surat resmi berbasis AI. materi bertujuan agar pengurus ELIT memiliki kemampuan untuk merancang serta membuat proposal yang mana hal ini pasti akan sangat dibutuhkan dalam menjalankan organisasi. Penggunakaan AI dalam kegiatan ini ditujukan agar anggota bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi dengan memanfaatkannya secara bijak dan tetap sasaran sehingga menyokong kinerja yang lebih efektif dan efisien namun tetap bertanggung jawab.
Hari kedua, Selasa 28 April 2026. Kegiatan dilaksanaan secara out door. Yaitu mengunjungi situs legenda dan bersejarah yang berlokasi di kelurahan Purbasari dan Purbaratu kecamatan Purbaratu. Ada dua icon legenda dan sejarah yang diobeservasi. Yaitu makam yang dipercayai sebagai makam Raden Guruminda dan mata air Cipancur yang berkaitan erat dengan legenda Lutung Kasarung dan makan Kanjeng Dalem Subanegara yang merupakan salah satu tokoh penyebar Islam di Daerah Tasikmalaya.
Kegiatan susur sejarah ditempuh dengan berjalan kaki dari madrasah ke lokasi selama 30 menit. Selanjutnya kegiatan peserta mendapatkan penjelasan dari para sesepuh dan Lurah Purbaratu terkait ragam mitos serta fakta-fakta sejarah di tempat itu. Para peserta tampak antusias, meskipun terasa melelahkan tapi mereka mengaku sangat terkesan dengan kegiatan ini. karena pengalaman ini menambah kesadaran dan penghargaan terhadap budaya dan kearifan lokal kota Tasikmalaya. Apalagi setelah seluruh acara inti selesai ditutup dengan makan liwet bersama. “Sering-sering aja Bu bikin kegiatan kayak gini, badan sehat, ilmu dapat dan perutpun kenyang” celetuk salah satu peserta.